walau terik berkepanjangan
membakar satu persatu lahan kerontang
tumbuh sebait rindu
dengan senyum manis menepis ragu
berjalan hingga membendung panas menembus rasa
terindah bergandeng dengan peluh
terkasih dengan rangkaian elok ucapmu
siang dengan hangat membungkus kalbu
dan malam dengan sejukmu penawar rindu
ku pandang cahyamu
ku raih kasihmu
sepantas mataku memandang
selayak hatimu terpesona
terbentuk cinta diukiran cinta bersama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar