Jumat, 30 Agustus 2013

kanjengku sayang

kanjeng manis sayangku
ningrat tinggi jujunganku
berserah setia dihadiratmu
hingga habis nyawa ganti nyawa


pulau riang dinda menari lenggok
terpanah mata berabdi manis
bernafas janji menopang sorga
hingga akhir jemari menari dilantunan dawai

ku pandang seduh mengalir hikayat
mati dibadan rasa berlama mengabdi
elokmu bermahkota hayat teringat
habis manis terkenang selamanya
lenggang lenggok alur biduk kanjeng ku sayang

kering kerontang

Mereka yang hanya duduk dengar
dikursi turun temurun hanya nikmati manis
dan jereoan sepat pahit tumpah dijalanan
bukan jagoan sapi ompong
terpampang berdasi mirip koboy sahaja
pasang kumis, atur senyum  terlihat bersahaja dikantong miskin
mereka wakil tapi dewan terhormat
jualan diri dipapan reklame

kami malang selamanya jadi tukang nyoblos
takan pernah bernasib baik mampir lima tahun dikandang emas
gajimu lumayan ,usaha sampinganmu maha dasyat
dan jutaan mata kosong dengan bibir kering kerontang
tidur lelap di kolong derita

umpamaku tak berbangsa
kubiarkan darahku mengering
tak perlu mengalir mengalun dijeritan kehampaan 
takan kuteteskan satu tinta
tuk mengkhianati sign ku

manis manis manis
kirimkan aku gula penambah diabet
pahit pahit pahit
kirimkan aku traktor tuk menggilas lidah
ambilah hatiku disaat dukaku
dan tersenyumlah dibalik langka tapakmu