Janjimu kan berdua nyatu diujung usia
pada pipimu nan merona diusap pertamaku
tertunduk lugu
lalu senyum menggodamu
membantuku membelai rasa
hingga bibir manismu bergetar
rasamu manis memikatku
tersipumu buatku menjadi jadi
angin membius sukmaku
mengoyak semua milikmu
takan ada cerita lebih seluas ini
karna lengkapnya goresan itu
kemarin dengan sayangmu
dekat erat diingatanku
bila ingatmu tlah pudar
kembali ku kenang
dibawa rindang taman
ada sayangmu tertinggal padaku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar