ku bilang tak datang untuk semusim
walau gerimis semusim penuh
tetap ku tabur seumurku
bintangku cerah
diguratan hatimu
jangan berpaling dihatiku
jangan tinggalkan sisa indahku
bawa rinduku
ukir sayangku
tepat direlungku
semalam jangan hilang
ku jagamu
sayangku
seumur nafasku..
Halaman
Rabu, 31 Oktober 2012
Ramai pelaut ......
bunda di photo sayangku
manis senyum menatapku
tak ada kedip
hanya senyum itu
rindu lama tak lagi berjumpa
diujung malam bersama dipondok indah
tempat letak kepala terpajang
rindang nyiur menutup halaman
diujung pulau kecilku ramai pelaut
berderet lampu petromax disampan
teduh.....indah....
terkadang menari riang bersama kuda laut
bergirang ria diloncatan bakau
pelaut ulung dengan tombak ditangan
dan dendang riang kaum hawa
berpahat seadanya menikmati asam manisnya kerang
di desa kecil ku dihamparan teduhnya biru laut
ingin ku kembali lagi
manis senyum menatapku
tak ada kedip
hanya senyum itu
rindu lama tak lagi berjumpa
diujung malam bersama dipondok indah
tempat letak kepala terpajang
rindang nyiur menutup halaman
diujung pulau kecilku ramai pelaut
berderet lampu petromax disampan
teduh.....indah....
terkadang menari riang bersama kuda laut
bergirang ria diloncatan bakau
pelaut ulung dengan tombak ditangan
dan dendang riang kaum hawa
berpahat seadanya menikmati asam manisnya kerang
di desa kecil ku dihamparan teduhnya biru laut
ingin ku kembali lagi
Kisah biru ......
kemana ku hidangkan tinta emas
pembebas rasa pembela benar
kemana ku tuangkan kisah biru
tentang reyotnya kelopak hati
sebungkus harap seunggul berdiri
jayalah bumiku flobamora
dan gempitakan indahnya dipesona NTT
kata orang dinegri barat
setimur jauh gersang merontah
fana diterik mentari tak tumbuh satu apapun
tangis mungkil dengan besar diperut
tak sampai kata tangispun runtuh
bumi teristimewa dengan jutaan pesta pora
menari riang dimalam berdebu dibawa tenda terpal
tak pusing apa yang penting cungkil tikam matahari
sedihku hanya berdagang kucit seekor
tuk bayar tuntas genderang pora
adaku hanya dibintang timur
terangku tak lagi bercermin ke barat
jauh kupandang di negri barat
tertinggal lama tergopah memikul goni
tuan pesta ...mohonku
simpalah air kata pencuci tawa
berikan kami arti juang dikehidupan nanti
Selasa, 30 Oktober 2012
Aku............
aku
tak sekuat retakan bebatuan
ditangan pemahat sejati
tak sehebat kain
dijemari sang penyulam
aku hanya aku
kelana bermusafir cinta
bait bait manisku terlantun
memenuhi langit dan meruntuhkan awan
menggelegar ..membakar dinginnya hati
aku ...seonggokan petir menyapu habis gulita
aku
layakku mencintai sedalam samudra
dan engkau kupu ku nan elok
teman setia diujung senyum
tak sekuat retakan bebatuan
ditangan pemahat sejati
tak sehebat kain
dijemari sang penyulam
aku hanya aku
kelana bermusafir cinta
bait bait manisku terlantun
memenuhi langit dan meruntuhkan awan
menggelegar ..membakar dinginnya hati
aku ...seonggokan petir menyapu habis gulita
aku
layakku mencintai sedalam samudra
dan engkau kupu ku nan elok
teman setia diujung senyum
Senin, 29 Oktober 2012
Nafasmu senja ini ......
tak ada kabar darimu saat ini
membuat asmaraku semakin bergairah
dekat semakin terasa ..jauh tak ada rintang tak kujuang
tak ada aroma nafasmu senja ini
membuat piguraku kosong melompong
sedikit senyummu cukup terpenuhi segalanya
segala yang ada ditatapanmu
membuat jantung berbalik bertanya
inikah serpian cinta terlantun indah
untukmu segala rinduku
untukmu ku pinang bintang tuk bersanding
kau yang terindah mengalahkan segala bintang
membuat asmaraku semakin bergairah
dekat semakin terasa ..jauh tak ada rintang tak kujuang
tak ada aroma nafasmu senja ini
membuat piguraku kosong melompong
sedikit senyummu cukup terpenuhi segalanya
segala yang ada ditatapanmu
membuat jantung berbalik bertanya
inikah serpian cinta terlantun indah
untukmu segala rinduku
untukmu ku pinang bintang tuk bersanding
kau yang terindah mengalahkan segala bintang
Terakhir dipundakku......
Kutulis bait bait cinta dialur nadimu
agar teringat betapa ku tlah membunuhmu dengan cintaku
ku genggam erat kata hatimu
agar tak lepas hatimu dari rinduku
berkelana hatiku mingintari garis mimpimu
ku dapati cintamu berceceran
padaku segala hasrat tersedia
padaku pesona segala harap
dan bahumu terakhir dipundakku
hemmmm malam mempesona
terik menyengat terbakar rasa
berpadu serasi bait cinta dan sayang
tuangkan segala cintamu dipelupukku
getarkan segala rona alamku
takan pupus seumur usia
kan kusertai kisah ini diabadinya nirwana
Minggu, 28 Oktober 2012
Diujung usia................
rindang langit membukus bumi
kerlip indah terlukis bintang sejagat
pada heningnya diujung malam
hanya deburan ombak bekejaran menggapai tepian
terduduk sendiri dibalut sejuknya angin pantai
nafas separuh usia
rambutpun memudar
berkelana dijuang malam
setiap nafas begitu berarti
hanya malam dalam bisik dibibir letih
dimana jalan kan berujung
dimana hati berkasih
coba tuankan sedikit dilidah
kasih tak bertuan
letih diujung usia
kerlip indah terlukis bintang sejagat
pada heningnya diujung malam
hanya deburan ombak bekejaran menggapai tepian
terduduk sendiri dibalut sejuknya angin pantai
nafas separuh usia
rambutpun memudar
berkelana dijuang malam
setiap nafas begitu berarti
hanya malam dalam bisik dibibir letih
dimana jalan kan berujung
dimana hati berkasih
coba tuankan sedikit dilidah
kasih tak bertuan
letih diujung usia
Sabtu, 27 Oktober 2012
dipondok tak bernama..
Tuhan..tak perlulah dengar sesal hatiku
hitam kelam dikedalaman nurani
bukan lagi sosok malaikat gibril
tuk temani kisah jalanku
ku ingin kembali
ku ingin kemarin dulu
disaat suaraku masih bernyanyi
sekarang sereyot ini ragaku
dipondok tak bernama
coba kutulis
tanpa kata dengan nadi pekatku
ku pasti kembali dijalan baik ku
hitam kelam dikedalaman nurani
bukan lagi sosok malaikat gibril
tuk temani kisah jalanku
ku ingin kembali
ku ingin kemarin dulu
disaat suaraku masih bernyanyi
sekarang sereyot ini ragaku
dipondok tak bernama
coba kutulis
tanpa kata dengan nadi pekatku
ku pasti kembali dijalan baik ku
Pujangga ....
hanya akalku tak berjalan bagus
loncat ditepian hati
menari riang dionggokan hati
tak tahu sampai jemari nakalku
mengoyak habis jiwa nan kasmaran
bibir hanya terdiam
jemari menggerogoti seluruh jiwa
aku mungkin dengan jalan tak elok
mengahancurkan habis semua yang indah
pujangga mungkin lapuk
hati mungkin menggoda
jiwa semakin lihai
seperti ini diujung ini
pada blog ini ku bertanya
angin kasmaran penuhi aku
dengan jiwa nan kasmaran
hingga bait terakhirku
tertunduk sujud
maafkan syairku tlah merobok isi hatimu
loncat ditepian hati
menari riang dionggokan hati
tak tahu sampai jemari nakalku
mengoyak habis jiwa nan kasmaran
bibir hanya terdiam
jemari menggerogoti seluruh jiwa
aku mungkin dengan jalan tak elok
mengahancurkan habis semua yang indah
pujangga mungkin lapuk
hati mungkin menggoda
jiwa semakin lihai
seperti ini diujung ini
pada blog ini ku bertanya
angin kasmaran penuhi aku
dengan jiwa nan kasmaran
hingga bait terakhirku
tertunduk sujud
maafkan syairku tlah merobok isi hatimu
Jumat, 26 Oktober 2012
Temani senja.....
hingga disenja
menyusup masuk dikelamnya langit
tertidur lelah
hingga rembulan bersanding erat
dibatas senja
teringat padamu disegala waktu
tak larut disenja
membawamu tuk temani senjaku
menyusup masuk dikelamnya langit
tertidur lelah
hingga rembulan bersanding erat
dibatas senja
teringat padamu disegala waktu
tak larut disenja
membawamu tuk temani senjaku
Be tahan mati ......
Be sampe sini mo bilang sayang nona
so sedih bagini baru dong nona rapat kamari
be bilang sayang ..be bilang cinta
nona sonde parcaya lai
kalo la masi sonde percaya
tunggu be pigi panggil kapala suku
datang mau lamar nona
ombak ke timur pecah haluan
be tahan mati gelombang cinta
cepatlah buka dong nona pung hati
be pun cinta cepat tardampar dilubuk nona
so sedih bagini baru dong nona rapat kamari
be bilang sayang ..be bilang cinta
nona sonde parcaya lai
kalo la masi sonde percaya
tunggu be pigi panggil kapala suku
datang mau lamar nona
ombak ke timur pecah haluan
be tahan mati gelombang cinta
cepatlah buka dong nona pung hati
be pun cinta cepat tardampar dilubuk nona
Rabu, 24 Oktober 2012
Morat marit......
kau apakan aku
hingga morat marit hati ini
dipojok berteduh diam
tanpa nafas panjang
terpikir ...dimana semuanya
perjalanan tanpa kisah
baik dimata letih dijalan
kucari damai denganmu
dengan semuamu
tanpa kukurangi apapun
sepertiku terdiam
mengawalinya bersama hati
aku pengagummu
dianganku
kisah berakhir tanpa tujuan
hingga morat marit hati ini
dipojok berteduh diam
tanpa nafas panjang
terpikir ...dimana semuanya
perjalanan tanpa kisah
baik dimata letih dijalan
kucari damai denganmu
dengan semuamu
tanpa kukurangi apapun
sepertiku terdiam
mengawalinya bersama hati
aku pengagummu
dianganku
kisah berakhir tanpa tujuan
Rindu berbunga..........
jangan tulis rindu dimataku
bila serindu tak berjiwa
jangan lepas rindu
bila segudang rindu membunuh jiwamu
kering sudah ingatan
dibakar rindu membara
berlalu sudah kehampaan
karna getar jantungmu di rinduku
sampaikan bisikan hatimu
eratkan rindumu
tuk ku rangkai rindu berbunga asmara
bila serindu tak berjiwa
jangan lepas rindu
bila segudang rindu membunuh jiwamu
kering sudah ingatan
dibakar rindu membara
berlalu sudah kehampaan
karna getar jantungmu di rinduku
sampaikan bisikan hatimu
eratkan rindumu
tuk ku rangkai rindu berbunga asmara
Selasa, 23 Oktober 2012
Lepas kata...
dengarlah diujung corong microphone
teriak debu debu jalan
tertatih merangkak mengais hidup
cuma derita dan puing puing surga
yang tumpah porak poranda
dilindas mata kecilku
penuh lirik dengan nada membelah
lantang sebatas jengot pak tua
turunlah ke bumi
kupaslah daki daki
kenyangkanlah kami bersama kata manismu
tuan segala hamba berkeliaran
mulai kucing dagelan hingga locat kutu kupret
menari riang ditangis derita
lihatlah aku hai tuan besar
jauhkanlah setan brandal
lepas kata manis
turun cacianmu
kita hanya berusaha
yang dilangit memberi restu ...
bijakmu dimulut harimau mu
deritaku ditelan habis harimau mu
teriak debu debu jalan
tertatih merangkak mengais hidup
cuma derita dan puing puing surga
yang tumpah porak poranda
dilindas mata kecilku
penuh lirik dengan nada membelah
lantang sebatas jengot pak tua
turunlah ke bumi
kupaslah daki daki
kenyangkanlah kami bersama kata manismu
tuan segala hamba berkeliaran
mulai kucing dagelan hingga locat kutu kupret
menari riang ditangis derita
lihatlah aku hai tuan besar
jauhkanlah setan brandal
lepas kata manis
turun cacianmu
kita hanya berusaha
yang dilangit memberi restu ...
bijakmu dimulut harimau mu
deritaku ditelan habis harimau mu
Jukir bang Nyoman.......
kisah si Nyoman juru parkir
kurus kering semprit ditelan setengah
gopah lari nafas dihajar terik panas
seribu bau tengkik lipat masuk disaku
coba ku dekat sembari perakku loncat disakunya
seminggu terbaring diruang lara
astaga naga....kucing kesrimpet roda
bang Nyoman bojor jantung tak kuat biaya
kataku mana raskinmu
kataku mana tunjangan usiamu
maaf bang belum terurus semua hidupku
dia sahabat baikku
setiap kaset belianku selalu ditanya
bang ...jangan yang blu blu ya
seperti senyum indah ditelaga indah
dia sahabat sempurnaku...
bang apa kabar...
sudah makan belum...
hati hati dijalan ..jangan ngebut..
jangan lupa berdoa ....
sekali hariku jumpa
ku ingat itu semua kata lamanya
baikmu sahabat juru parkir ku
doaku buatmu .....
kurus kering semprit ditelan setengah
gopah lari nafas dihajar terik panas
seribu bau tengkik lipat masuk disaku
coba ku dekat sembari perakku loncat disakunya
seminggu terbaring diruang lara
astaga naga....kucing kesrimpet roda
bang Nyoman bojor jantung tak kuat biaya
kataku mana raskinmu
kataku mana tunjangan usiamu
maaf bang belum terurus semua hidupku
dia sahabat baikku
setiap kaset belianku selalu ditanya
bang ...jangan yang blu blu ya
seperti senyum indah ditelaga indah
dia sahabat sempurnaku...
bang apa kabar...
sudah makan belum...
hati hati dijalan ..jangan ngebut..
jangan lupa berdoa ....
sekali hariku jumpa
ku ingat itu semua kata lamanya
baikmu sahabat juru parkir ku
doaku buatmu .....
Maju mundur ......
kamukah wajah tegap tinggi
tegap lantang perkasa
berjejer latih tempur tuangkan pelor
dung dang deng dong pelor melenceng
teriak susah dilorong dempet tembok
maju mundur sama saja
asal jangan langgar tembok
kan sia siah umurmu dibumi
kemarin duduk tepat ditiang sengsara
menunggu kerlip hijau
menjulur tangan laskar derita
mahal pelormu cukup recehan tumpah dijari tua
tak pandang kasihan dibumi ini
kutunggu saja disurga
mungkin kupintah khyangan
menghafal paras centilmu
hikayat dibumi seandai sama di surga
tutup pintu halus bunyi langkahnya
sopan gerak tingkah dibilik malaikat
mungkin sayap kiri haluan kanan berbanding sama
hingga hanya yang Kuasa menimbangmu
liriklah direyot jelita
tengoklah diemperan indah
ada hidup sepanjang hidup
menanti ulur baik hati
tegap lantang perkasa
berjejer latih tempur tuangkan pelor
dung dang deng dong pelor melenceng
teriak susah dilorong dempet tembok
maju mundur sama saja
asal jangan langgar tembok
kan sia siah umurmu dibumi
kemarin duduk tepat ditiang sengsara
menunggu kerlip hijau
menjulur tangan laskar derita
mahal pelormu cukup recehan tumpah dijari tua
tak pandang kasihan dibumi ini
kutunggu saja disurga
mungkin kupintah khyangan
menghafal paras centilmu
hikayat dibumi seandai sama di surga
tutup pintu halus bunyi langkahnya
sopan gerak tingkah dibilik malaikat
mungkin sayap kiri haluan kanan berbanding sama
hingga hanya yang Kuasa menimbangmu
liriklah direyot jelita
tengoklah diemperan indah
ada hidup sepanjang hidup
menanti ulur baik hati
Kidungku dinda........
Dinda penuh lipur hati
dinda sayang ku puja puji
sepucuk cinta tumbuh manis
bagai ku pinang diujung bumi
sertakan guratanku kemana dinda kan sebrang
letakan jantung berdetak seiring dirongga hatiku
isilah penuh segala hasratmu
kan ku bawa serta kidungku untukmu
duhai dinda sayang manalah tahan
pujungga sebrang kan tunduk
hanya dinda sayang peluk nan manis
ku jawab ya dipenantian ini....
dinda sayang ku puja puji
sepucuk cinta tumbuh manis
bagai ku pinang diujung bumi
sertakan guratanku kemana dinda kan sebrang
letakan jantung berdetak seiring dirongga hatiku
isilah penuh segala hasratmu
kan ku bawa serta kidungku untukmu
duhai dinda sayang manalah tahan
pujungga sebrang kan tunduk
hanya dinda sayang peluk nan manis
ku jawab ya dipenantian ini....
Senin, 22 Oktober 2012
Cinta merindu ....
titip rinduku buatmu sayang
hingga otakku mengering
tetap kusebut sayang untukmu
seperti cinta merindu sayang
kuukir panah tajamku
menyeruak masuk
hingga bibirmu berkata
cinta ...akulah untukmu
bawalah serta untaian rindumu
tuk temani aku
balaslah aku disenyummu
tuk rasakan getarnya aura kasih
hingga otakku mengering
tetap kusebut sayang untukmu
seperti cinta merindu sayang
kuukir panah tajamku
menyeruak masuk
hingga bibirmu berkata
cinta ...akulah untukmu
bawalah serta untaian rindumu
tuk temani aku
balaslah aku disenyummu
tuk rasakan getarnya aura kasih
Minggu, 21 Oktober 2012
Luskisanku ........
Ku tulis hari ganti hari
kurangkai rindu ganti rindu
tak serupa langit
tak serupa birunya laut
hanya spesialmu melebihi segalanya
piguramu indah dilukisanku
berwarna secerah naluriku
ku ucap rindu setenga mati
bagai langit kan runtuh
bagai bintang tak bercahya
bila tak ku jumpaimu
bila mataku tak sanggup menatapmu
kemana langit kan mendung
dimana rindu kan mempersunting asmara
ku petik asmaramu
tuk jadi cinta setenga mati
kurangkai rindu ganti rindu
tak serupa langit
tak serupa birunya laut
hanya spesialmu melebihi segalanya
piguramu indah dilukisanku
berwarna secerah naluriku
ku ucap rindu setenga mati
bagai langit kan runtuh
bagai bintang tak bercahya
bila tak ku jumpaimu
bila mataku tak sanggup menatapmu
kemana langit kan mendung
dimana rindu kan mempersunting asmara
ku petik asmaramu
tuk jadi cinta setenga mati
Indahmu ..milikku
tatap indah dibalik kacamu
takan habis kubalas pandang
senyum indahmu lekat halus dibibirmu
tak tahan rasa hingga kupanah
lekat membentang sekujur hatiku
alur lirikku tak bosannya jujur
berucap cinta sepenuh hati
laras seirama jantungku
kupandang langit dengan segala pujaku
terlantun indahnya sajak mengalir di relungmu
indahmu ...sepecuk hati ...
senyummu....seutus harapku
kasihmu ...sepanjang nafasku ....
dan indahmu ..kan jadi milikku...
takan habis kubalas pandang
senyum indahmu lekat halus dibibirmu
tak tahan rasa hingga kupanah
lekat membentang sekujur hatiku
alur lirikku tak bosannya jujur
berucap cinta sepenuh hati
laras seirama jantungku
kupandang langit dengan segala pujaku
terlantun indahnya sajak mengalir di relungmu
indahmu ...sepecuk hati ...
senyummu....seutus harapku
kasihmu ...sepanjang nafasku ....
dan indahmu ..kan jadi milikku...
Sebait rindu
walau terik berkepanjangan
membakar satu persatu lahan kerontang
tumbuh sebait rindu
dengan senyum manis menepis ragu
berjalan hingga membendung panas menembus rasa
terindah bergandeng dengan peluh
terkasih dengan rangkaian elok ucapmu
siang dengan hangat membungkus kalbu
dan malam dengan sejukmu penawar rindu
ku pandang cahyamu
ku raih kasihmu
sepantas mataku memandang
selayak hatimu terpesona
terbentuk cinta diukiran cinta bersama
membakar satu persatu lahan kerontang
tumbuh sebait rindu
dengan senyum manis menepis ragu
berjalan hingga membendung panas menembus rasa
terindah bergandeng dengan peluh
terkasih dengan rangkaian elok ucapmu
siang dengan hangat membungkus kalbu
dan malam dengan sejukmu penawar rindu
ku pandang cahyamu
ku raih kasihmu
sepantas mataku memandang
selayak hatimu terpesona
terbentuk cinta diukiran cinta bersama
Rabu, 17 Oktober 2012
Kolam biru ............
uraian nafasmu teramat dalam
perlahan menghampiri
lepas jiwaku karna hangatmu
hemm lepas malam hanya desah nafas terdengar
kolam biru dilintasi pijar balon lampu
lalu lalang angin menggetarkan jepun
indahmu duduk dengan mata sayup
langit gulita kan mudah tergoda
karna malam ini begitu indah
perlahan menghampiri
lepas jiwaku karna hangatmu
hemm lepas malam hanya desah nafas terdengar
kolam biru dilintasi pijar balon lampu
lalu lalang angin menggetarkan jepun
indahmu duduk dengan mata sayup
langit gulita kan mudah tergoda
karna malam ini begitu indah
mohon pahami .....
selipkan hatiku pada ingatanmu
bila lajur tak lagi terarah
betapa berat meninggalkan segalanya
angin berganti menghantar syairku
walau tak tersentuh direlung
mohon pahami yang lagi kasmaran
hingga ruang kelam terasa indah
segalanya kumiliki
cinta...sayang....
segalanya tersedia
rasa tulus...
bila ku disalah jalan
mohon pahami
aku kan baik baik lagi....
bila lajur tak lagi terarah
betapa berat meninggalkan segalanya
angin berganti menghantar syairku
walau tak tersentuh direlung
mohon pahami yang lagi kasmaran
hingga ruang kelam terasa indah
segalanya kumiliki
cinta...sayang....
segalanya tersedia
rasa tulus...
bila ku disalah jalan
mohon pahami
aku kan baik baik lagi....
Rasamu manis..........
Janjimu kan berdua nyatu diujung usia
pada pipimu nan merona diusap pertamaku
tertunduk lugu
lalu senyum menggodamu
membantuku membelai rasa
hingga bibir manismu bergetar
rasamu manis memikatku
tersipumu buatku menjadi jadi
angin membius sukmaku
mengoyak semua milikmu
takan ada cerita lebih seluas ini
karna lengkapnya goresan itu
kemarin dengan sayangmu
dekat erat diingatanku
bila ingatmu tlah pudar
kembali ku kenang
dibawa rindang taman
ada sayangmu tertinggal padaku
pada pipimu nan merona diusap pertamaku
tertunduk lugu
lalu senyum menggodamu
membantuku membelai rasa
hingga bibir manismu bergetar
rasamu manis memikatku
tersipumu buatku menjadi jadi
angin membius sukmaku
mengoyak semua milikmu
takan ada cerita lebih seluas ini
karna lengkapnya goresan itu
kemarin dengan sayangmu
dekat erat diingatanku
bila ingatmu tlah pudar
kembali ku kenang
dibawa rindang taman
ada sayangmu tertinggal padaku
Coba berdoa .....
seusia kataku terlalu bijak
entah kutukar guling dengan segala adanya
rentang jalan begitu fana
hingga rontok helai demi helai
Tuhan ...bila bijakku tak sampai disurga
pada Mu ku coba mengadu
Tuhan ..bila waktu sepantas ku berbakti
pada Mu ku coba berdoa
Hilang waktuku bersamaMu diruang hidupku
sepanjang tahun berganti cuma sebulan raport biruku
aku.....dijalan cuma untukku
aku ...bertobat hanya seadanya
ku coba bangkit dari buruk
namun belum sempurna
ingatku sebatas harap
bila ku tlah baik adanya
trimalah aku bersama Mu
entah kutukar guling dengan segala adanya
rentang jalan begitu fana
hingga rontok helai demi helai
Tuhan ...bila bijakku tak sampai disurga
pada Mu ku coba mengadu
Tuhan ..bila waktu sepantas ku berbakti
pada Mu ku coba berdoa
Hilang waktuku bersamaMu diruang hidupku
sepanjang tahun berganti cuma sebulan raport biruku
aku.....dijalan cuma untukku
aku ...bertobat hanya seadanya
ku coba bangkit dari buruk
namun belum sempurna
ingatku sebatas harap
bila ku tlah baik adanya
trimalah aku bersama Mu
Selasa, 16 Oktober 2012
enakan jabatan tangan ......
bolehkah kutukar sesaat peranmu
aduhh enaknya pikirku
berdasi melintang
lenggok pun mulai beradap
ahaaaa ....lupa dengkulku rupanya masih rawan
teratur rapi terlihat bersih tak ada busuknya
heemmmmm ini dia inginku
semuanya keliatan hebat
semuanya terlihat rapi bersih nyecis
dan selesai tepat pada waktunya
mulailah sedikit senggolanku tak berarah
tercium si jurangan panglima palu
sini ...ketokan palu siap nancap
pasal satu dan selanjutnya
cuma dua tahunan lebih sedikit
baik mungkin kucoba tukar jabat
enak terasa ...walau diprodeo
keluar masih masih segar bugar
kali kali om om ku yang nyanyi hidup dibui salah thema
ternyata goyangnya hidup dibui seenak alur nya .....
aduhh enaknya pikirku
berdasi melintang
lenggok pun mulai beradap
ahaaaa ....lupa dengkulku rupanya masih rawan
teratur rapi terlihat bersih tak ada busuknya
heemmmmm ini dia inginku
semuanya keliatan hebat
semuanya terlihat rapi bersih nyecis
dan selesai tepat pada waktunya
mulailah sedikit senggolanku tak berarah
tercium si jurangan panglima palu
sini ...ketokan palu siap nancap
pasal satu dan selanjutnya
cuma dua tahunan lebih sedikit
baik mungkin kucoba tukar jabat
enak terasa ...walau diprodeo
keluar masih masih segar bugar
kali kali om om ku yang nyanyi hidup dibui salah thema
ternyata goyangnya hidup dibui seenak alur nya .....
jedat jedut..plong..
Tong kosong besar tongnya
getak getok sana sini
asal bunyi komat kamit
sembur sana buang sini
enak mana dipohon berduri
atau dijalan berduri
bukan monyet tak pandai lompat
sebisa loncat selihai memandang
tongkat nancap diletakan batu pertama
timbun menimbun hingga bengkak
penopang jalan mulai mulai lentur
tambun kiri kanan hingga kepala membesar
asal tinggal dikursi empuk
asal naik dipodium megah
asal loncatan empuk
aman damai salam damai tempel templok sana sini
ucap manis raja minyak
ngalur ngidul pat gulipat
ompong melompong hanya heng dimulut
jabatan manis dengan jempol gede
turun temurun asal gue anak gedean
haaaa gede ini itu
bolak balik hingga kuminta pengemis berbaris didepan wajahmu
didunia banyak ini itu mu
hanya saja nasibku sepihak dimana mana
asal kau puas aku lemas
jedat jedut politik mu
tong besar berisi punyamu
jedat jedut kosong nyaring punyaku
nasibbbb nasibbbb......
getak getok sana sini
asal bunyi komat kamit
sembur sana buang sini
enak mana dipohon berduri
atau dijalan berduri
bukan monyet tak pandai lompat
sebisa loncat selihai memandang
tongkat nancap diletakan batu pertama
timbun menimbun hingga bengkak
penopang jalan mulai mulai lentur
tambun kiri kanan hingga kepala membesar
asal tinggal dikursi empuk
asal naik dipodium megah
asal loncatan empuk
aman damai salam damai tempel templok sana sini
ucap manis raja minyak
ngalur ngidul pat gulipat
ompong melompong hanya heng dimulut
jabatan manis dengan jempol gede
turun temurun asal gue anak gedean
haaaa gede ini itu
bolak balik hingga kuminta pengemis berbaris didepan wajahmu
didunia banyak ini itu mu
hanya saja nasibku sepihak dimana mana
asal kau puas aku lemas
jedat jedut politik mu
tong besar berisi punyamu
jedat jedut kosong nyaring punyaku
nasibbbb nasibbbb......
Sertai kisahku.............
inginku wajahmu
ku rekat manis gantung dibujur lurus mataku
pertamaku diwajahmu
manis ayu selaras malaikat putih kapas nan polos
lama lamaku bersamamu
luntur helai per helai pembukus manisanmu
tengoklah diterik mentari yang tak berubah wajah
jangan siksa hatimu menemuiku disetiap sesalmu
bila berubah ...lakukan demi asmaramu
bila pergi ....takan ada jalan kembali
takan ku menunggu dijalan pulangmu
takan ada penantian yg sia sia
pikirku ....ayu mu ....seumur hidupku
waktuku...cukup membuatmu bahagia
jangan junjung hatiku
jangan sertai kisahku
bila takan mungkin pergi dimohonanku
ku rekat manis gantung dibujur lurus mataku
pertamaku diwajahmu
manis ayu selaras malaikat putih kapas nan polos
lama lamaku bersamamu
luntur helai per helai pembukus manisanmu
tengoklah diterik mentari yang tak berubah wajah
jangan siksa hatimu menemuiku disetiap sesalmu
bila berubah ...lakukan demi asmaramu
bila pergi ....takan ada jalan kembali
takan ku menunggu dijalan pulangmu
takan ada penantian yg sia sia
pikirku ....ayu mu ....seumur hidupku
waktuku...cukup membuatmu bahagia
jangan junjung hatiku
jangan sertai kisahku
bila takan mungkin pergi dimohonanku
Patah lagi.....
Sepantas malam berlalu
begitu cepat nyamuk menusuk masuk
bukan kangen mendekapku
cuma isap jempol diruang tobat
salah arah entah ditikungan mana
berakhir dengan awal konyol
lalu hilang perlahan
pertama dengan lambaian
dan terakhir beserta semuanya sirna
bukan petaka dengan hilangmu
pergi sejauh mana kiraku
ternyata putarmu ditujuan jauh
arah tak kesampaian lagi
patah setinggi yang tlah kutanam
runtuh diinjakan halus tapakmu
hanya bernasib patah dan patah
coba lagi mungkin kali ini
menembus tingginya langit
tapi nyataku hanya patah diguratan terakhir
begitu cepat nyamuk menusuk masuk
bukan kangen mendekapku
cuma isap jempol diruang tobat
salah arah entah ditikungan mana
berakhir dengan awal konyol
lalu hilang perlahan
pertama dengan lambaian
dan terakhir beserta semuanya sirna
bukan petaka dengan hilangmu
pergi sejauh mana kiraku
ternyata putarmu ditujuan jauh
arah tak kesampaian lagi
patah setinggi yang tlah kutanam
runtuh diinjakan halus tapakmu
hanya bernasib patah dan patah
coba lagi mungkin kali ini
menembus tingginya langit
tapi nyataku hanya patah diguratan terakhir
dikedamaian .......
bukan jendral dengan bintang gemintang dipundak
bukan tongkat wasiat terlentang dibalik nasib
seperti terik membakar benakku
seperti rongga kosong hampa belaka
dibenakku bersama rangkai jemari
dan otak reyotku mendermakan bathinku
bukan di tivi ku nyaring bernada
bukan di wajah presiden ku berkoar kalbu
pondok ku dengan sisa rentan habis masaku
ku coba berbisik .......jiwaku tenanglah dikedamaian.........
bukan tongkat wasiat terlentang dibalik nasib
seperti terik membakar benakku
seperti rongga kosong hampa belaka
dibenakku bersama rangkai jemari
dan otak reyotku mendermakan bathinku
bukan di tivi ku nyaring bernada
bukan di wajah presiden ku berkoar kalbu
pondok ku dengan sisa rentan habis masaku
ku coba berbisik .......jiwaku tenanglah dikedamaian.........
Langganan:
Postingan (Atom)