Sepantas malam berlalu
begitu cepat nyamuk menusuk masuk
bukan kangen mendekapku
cuma isap jempol diruang tobat
salah arah entah ditikungan mana
berakhir dengan awal konyol
lalu hilang perlahan
pertama dengan lambaian
dan terakhir beserta semuanya sirna
bukan petaka dengan hilangmu
pergi sejauh mana kiraku
ternyata putarmu ditujuan jauh
arah tak kesampaian lagi
patah setinggi yang tlah kutanam
runtuh diinjakan halus tapakmu
hanya bernasib patah dan patah
coba lagi mungkin kali ini
menembus tingginya langit
tapi nyataku hanya patah diguratan terakhir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar