Jumat, 30 November 2012

Kidung senjaku..

diujung rindang tangkai tangkai kokoh
bukan tupai menari riang menyatap sedap
semata memandang
terjatuh di pohon bernama simalakama
sejatiku bertepih
diujung riang suara tenor
disenja batas depan gua
serentak berkidung
diujung malam
senyap hanya cerek biru
berteduh dibawa rindang bunga
dan pagi kudapatkan
setegak anggur manis diujung altar
kidung pembuka pagi
cerah bersemi menyentuh nurani
dan ku tutup malam dengan nyanyian alam
Dalam untung malangku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar