lalu ku tunggu satu persatu
kembang itu jatuh
dibulan yang sama ditempat yang sama
dengan warna merah menyala
ku rindu tempat itu
ditembok tua dengan nyala lilin
pada patung tua dengan tangan terbuka lebar
rasanya ditaman Eden dipucuk hatiku
kupandang sejenak dimana terbentang ingatanku
lalu sorak sorai kanak kanak melintasi aspal peninggalan Belanda
ku pandang langit dialasi rindang pohon Ketapang
diteduhnya biru laut dengan selat Menanga
dipasir itu diatas sampan tua
dibawah beringin dengan sepoi angin
indahku bersuka cita
dengan nyanyian " Oh Waibalun tanah airku ,tanah tumpah darahku ..."
merinding kuduku meradang hatiku
ku ingat semuanya
namun tak bisa ku kembali lagi
titipku dengan satu namaku
dipohon Reo itu ....
Natal ku kan selalu dengan rinduan kampung halamanku...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar